Powered by Blogger.
Showing posts with label UPJB. Show all posts
Showing posts with label UPJB. Show all posts

Thursday, January 17, 2013

Pernah lihat video Microsoft Future Vision di youtube? Sangat menarik sebuah perusahaan dapat menggambarkan secara nyata visi mereka kedepan seperti apa melalui sebuah video yang keren dengan efek-efek teknologinya. Disana digambarkan apa saja "impian-impian" Microsoft menciptakan teknologi-teknologi terbaru yang ingin mereka wujudkan.

Masa depan. Itulah arah Microsoft menjadikan tolak ukur untuk mengembangkan teknologinya.

Coba misal jika PLN membuat visualisasi visinya kedalam sebuah video. Tentu tidak akan sama isinya. Yang jelas saya membayangkan video itu isinya adalah daerah-daerah terpencil yang benderang karena cahaya lampu, birokrasi listrik yang sudah tidak rumit lagi, senyum manis dari pegawai karena subsidi berkurang, serta pembangkit-pembangkit listrik, jaringan transmisi dan pelayanan pelanggan yang istimewa. Semua ditampilkan dalam video tersebut.


Berandai-andai. Everything is begun by a dream.

Sebenarnya, perjuangan PLN dalam membuat masa depan Indonesia sangatlah luar biasa. Memang penggambarannya tidak semenarik dan secanggih Microsoft. Tapi usaha PLN dapat dirasakan dan dilihat nyata. Kita kesampingkan dulu cibiran terhadap PLN. Kali ini, lihat PLN secara sisi baiknya.

Proyek 10.000 MW adalah bukti nyata bagaimana PLN membuat masa depan Indonesia lebih baik. Sampai saat ini, PLN sangat berusaha agar semua nusantara dapat terlistriki. Dari Sumatra hingga Papua. proyek 10.000 MW dibangun agar pasokan listrik dapat bertambah.

Dari sisi pelayanan, kita bisa perhatikan kini kantor-kantor pelayanan di PLN berubah lebih baik. Loket pembayaran yang bersih, teratur dan juga memiliki petugas dengan pemahaman terhadap SOP yang jelas dalam melayani pelanggan.

Adanya program OPI bisa menjadi contoh. OPI (Operational Perfomance Improvement) adalah program yang membuat proses kerja menjadi efektif dan efisien. walau program OPI ini belum dilakukan di seluruh unit PLN, tapi dampaknya dapat dirasakan oleh karyawan dan pelanggan.

Listrik Prabayar. PLN tentu tidak ingin ketinggalan dalam hal teknologi yang menyangkut kelistrikan. Listrik Prabayar adalah tindakan nyata yang dapat dirasakan oleh Indonesia. Dengan peralihan listrik dari pasca bayar ke prabayar, banyak sekali keuntungan yang didapatkan. Dari sisi PLN tentu hal ini dapat mengurangi biaya operasional karena selama ini kita tahu PLN mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk memproduksi listrik, kemudian pelanggan membayar. Namun sekarang, pelanggan dapat memiliki keuntungan dengan listrik prabayar. Keunutngan tersebut adalah fungsi kontrol terhadap pengeluaran rumah tangga untuk biaya listrik. Dengan pembelian token, pelanggan dapat mengatur kebutuhan listrik per-bulannya sehingga dari segi pengeluaran rumah tangga akan ada fungsi kontrolnya.

Tinggal hubungi 123.
Apapun akan lebih mudah dengan teknologi komunikasi. Via jaringan telpon, via social media semua ada! Pasang listrik sekarang tidak usah menunggu sampai berbulan atau bertahun-tahun. Just take your ponsel and dial to 123. It's simple! Atau via twitter? ada @PLN_123, mention saja untuk apapun yang ingin ditanya atau mengurus keperluan terhadap PLN. Facebook juga ada page fansnya juga, cari saja PLN 123 lalu like pagenya.

Semuanya mudah karena PLN akan selalu menyesuaikan dengan jaman. PLN akan selalu memberikan yang terbaik untuk mewujudkan impian-impiannya. Salahsatunya yaitu melistriki nusantara.
PLN, Energi untuk Negeri!!!!




Tuesday, January 8, 2013

Teman saya banyak yang sekarang menjadi ibu (muda) rumah tangga. Hal-hal yang berkaitan dengan rumah tangga menjadi cemilan tambahan bagi mereka.

Termasuk teman saya Silvia Nurwanci. Ibu muda yang sudah dikaruniai bayi mungil, Humaira, yang baru berumur 6 bulan. Teman saya yang satu ini termasuk yang paling sering berdiskusi tentang pengalamannya menjadi seorang ibu rumah tangga. Kita jarang bertemu, paling sering via bbm.

Pagi-pagi itu, dia nge-BBM. Nge-PING berkali-kali. Isinya protes.
Lah kok protes. Isinya protes kenapa listrik prabayar yang dia gunakan cepat sekali habis. Baru seminggu  udah hapir setengahnya. Dia kebetulan beli pulsa yang 50.000.

Walah, kalau urusannya dengan berkurangnya pulsa. Taunya PLN ya cuma satu. Mungkin itu pikir dia, makanya dia langsung protes dengan mengirim bbm ke saya. Tapi memang mau itu Distribusi, Transmisi dan Pembangkit. Masyarakat taunyaPLN cuma satu. PLN!!!

Protes berlanjut dengan diskusi. Saya cuma bisa menyampaikan kenaikan hanya terjadi pada pelanggan dengan daya mulai dari 1300 VA. Inipun dilakukan tidak serentak, diberlakukan bertahap selama tiga kali.
 
Seperti diketahui melalui media, PLN sebenarnya tidak menaikan tarif listrik. Karena selama ini PLN hanya menjaga agar Indonesia terlistriki. PLN adalah BUMN dengan penerimaan subsidi terbesar di Indonesia. Masyarakat tidak harus tahu berapa pastinya biaya yang dikeluarkan oleh PLN untuk menghasilkan 1 kwh listrik.

Seperti yang diketahui, kenaikan Tarif Dasar Listrik didasarkan atas pengeluaran APBN yang tinggi. Maka dari itu, pemerintah sebagai pengelola negara melalui kebijakan yang dimilikinya mengeluarkan aturan mulai Januari 2013, setiap pelanggan dengan daya mulai 1300 AV akan diberikan kenaikan sebesar 15%. Sedangkan untuk 450 AV dan 900 AV masih dengan tarif lama.

Hal seperti itu adalah teknis. Masyarakat dengan penjelasan teknis pasti akan malas untuk menerimanya. Yang jelas, menurut saya penjelasan teknis seperti itu tidak terlalu penting. As an employee of PLN, the thing that we should have give to customer is about  how to explain and solve their problems related to electricity by heart. So they can take our explanations by unemotional respect.

Pelanggan yang senang adalah semangat buat kita. Walau memang kenyataan benar bahwa tarif listrik mengalami kenaikan, tapi dengan penjelasan yang mudah diterima dan menyentuh hati, dipastikan pelanggan senang dan kita sebagai bagian dari PLN akan ikut senang.

Listrik adalah kebutuhan. Listrik adalah kehidupan. Penggunaan listrik secara boros dan tidak dikontrol akan memperparah keadaan. Gunakan listrik seperlunya, hindari menyalakan peralatan dengan kebutuhan listrik yang tinggi. Lebih hemat, lebih cerdas!!

Berikut sedikit hal yang bisa kita lakukan agar penggunaan listrik dapat diminimalisir :
  • Cabut semua kabel yang tersambung ke stop kontak ketika tidak digunakan. Misal, cabut kabel TV ketika keluar rumah. Siapa juga yang mau nonton TV kalau di rumah gak ada orang coba? :D
  • Matikan lampu. Ruangan-ruangan yang jarang ditempati atau cuma sebentar kita di dalam ruangan itu. Misalnya, kamar mandi, gudang, dapur, ruang tamu. Ruangan-ruangan itu paling lama 30 menit sampai 1 jam palingan kita gunakan.
  • Lebih dekat dengan alam. Sekarang ini siapa sih yang gak tau Hair Dryer? Alat pengering rambuy yang banyak di salon-salon dan biasa digunakan sama ibu-ibu pejabat yang membuat rambut sasak 17 cm. LOL. Kita bisa sepertinya menghindari hal-hal tersebut, pergi ke luar rumah, gunakan matahari atau kipas. Takut Bau? Ketombean? Gunakan sampho yang benar, bau atau ketombe kita sendiri yang bikin. Karena jorok, atau karena gak bisa jaga makanan? Jangan jadikan peralatan-peralatan listrik sebagai solusinya. Be creative!!!
Sepertinya banyak hal lain yang bisa kita lakukan untuk mencermati kenaikan TDL ini agar tidak terlalu membebani kebutuhan hidup.

PLN sebagai perusahaan listrik di Indonesia, akan selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Mudah-mudahan pemerintah dan elit politik juga memiliki misi yang sama dengan kami.

Ibu Silvia Nurwanci, teman saya ketinggalan diceritakan lagi. Yang jelas setelah berdiskusi memang bukan salah PLN juga. Pengakuanpun terlontar ketika saat itu dia bercerita bahwa di rumahnya sudah ada kulkas, dispenser dan TV baru. Maklum dia baru pindah dari Cicalengka ke Karawang. Adeuuhhh..capek deh.

Thursday, January 3, 2013

Apa sih itu Malcom Baldrige? Apa hubunganya dengan pekerjaan saya disini?

Sudah dua kali saya diikutsertakan dalam pembuatan dokumen aplikasi Malcom Baldrige.
Dulu waktu di Pembangkitan Cilegon, lalu sekarang di UPJB.

Malcom Baldrige merupakan kriteria pengukuran kinerja suatu perusahaan berdasarkan 7 kriteria Malcom Baldrige. Awalnya Malcom Baldrige yang diprakarsai oleh Menteri Perdagangan Amerika pada tahun 1988 dengan meyelenggarakan penghargaan bagi perusahaan-perusahaan dengan pencapaian mutu dan kinerja luar biasa.

Adanya tujuan PLN menjadi perusahaan kelas dunia adalah salah satu penggagas mengapa PLN juga mengadopsi pembuatan Dokumen Aplikasi Malcom Baldrige. Supaya jelas, bagaimana PLN membangun mutu dan kinerja excellent dalam mencapai target menjadi perusahaan kelas dunia.

Malcom Baldrige terdiri dari 7 kriteria, yaitu :
  • Kepemimpinan
  • Perencanaan
  • Fokus Pelanggan
  • Pengukuran, Analisis dan Manajemen Pengetahuan
  • Fokus Operasi
  • Hasil
Ke-7 kriteria ini harus saling mendukung dari segi data dan keterkaitan proses yang dijabarkan.

Untuk Malcom Baldrige di UPJB, saya ikut tim penyusunan untuk kategori ke-empat. Sudah sempat saya dan rekan-rekan dalam tim kategori 4 ini menyusun. Namun banyak sekali yang belum direvisi.

Ya, membuat Dokumen Aplikasi Malcom  Baldrige bukan seperti membuat paper atau makalah. All the things must be correct on its contents and have to be integrated with other criteria. Jadi untuk kategori ke-7 bisa kelihatan hubungan antara kategori.

Sekarang dan dari kemarin sebenarnya coba untuk memperbaiki revisi-revisinya. Namun selalu buntuk di kata-kata. Bahasa teknis yang kurang saya pahami menjadi hambatan, serta rasa ngantuk juga harus membaca berulang-ulang dari awal. :D

Kalau saya liatin desain cover Malcom Baldrigenya gimana? Boleh ya..:D

























FYI, Untuk desain MB UPJB masih usulan sih covernya..:D

Tuesday, December 25, 2012

Lanjutan dari posting sebelumnya.

Penempatan pertama saya mendapatkan tugas utuk OJT (On Job Training) di Pembangkitan Cilegon.
Jujur pertama otak ngehank ketika membuka amplop. Dimana itu Cilegon? PLTGU Cilegon? Pembangkitan Cilegon. Setelah waktunya tiba, saya datang ke Kantor Pembangkitan Cilegon yang ada di Jalan Adityawarman Jakarta Selatan.

Pembangkitan Cilegon adalah pembelajaran untuk saya. Mengenal PLN dari satu bidang yaitu pembangkitan. Bagaimana PLN itu, ritme kerjanya seperti apa dan lain-lain saya temui sedikitnya di Pembangkitan Cilegon ini. Ketika itu, Pak Ria Tri Sakya adalah General Manager Pembangkitan Cilegon. Beliau sangat tegas, gak suka pemalas dan selalu memanggil saya ke ruangannya. Entah itu benerin laptop, jaringan komputer, instal aplikasi dan sebagaianya. Yang wownya, kalau lagi ngerjain di ruangannya selalu saja saya dapat pertanyaan di akhir pekerjaan saya ketika selesai : "Pak Asep gak ngopi file di PC saya kan?". Hmm...agak membuat tidak nyaman kalau dicurigai. But he was trying to keep his treasure, wasn't he?

Setelah dibentuknya Unit Pembangkitan Jawa Bali (UPJB) yang merupakan unit kerja di bawah Ditrektorat Jawa Bali, segala sesuatu yang menyangkut PLTGU Cilegon beralih dari Pembangkitan Cilegon ke UPJB. Saat itu, Pembangkitan Cilegon dilebur dan tinggal menjadi kenangan. Semua pegawai di mutasi. Lalu saya, ikut Pak Ria dan teman-teman yang lain ke Pembangkitan Indramayu.

Pembangkitan Indramayu. Tempat kedua saya mendapatkan mutasi setelah Pembangkitan Cilegon.
Unit yang sangat unik. Kantornya berbentuk rumah, terdiri dari dua  lantai dimana AC dan Pam-nya  selalu bermasalah.

Tau tidak, saya tidak hanya mengurusi IT di Pembangkitan Indramayu. Melainkan urusan rumah tangga (Umum) dan Kesekretariatan. Jadilah saya bertitle "Junior Officer Pengelola Fasilitas Kantor. Banyak sekali pengalaman berharga disini. Mulai dari manjat genteng benerin pompa air, bernegoisasi dengan pemda jaksel, bertemu Ibu Ratu Atut Qoisiyah sampai bertengkar dengan beberapa rekanan yang memusingkan.

Ah..setidaknya 4 bulan saya di Pembangkitan Indramayu. Setelah Pembangkitan Indramayu bubar dan dilebur kembali, saya akhirnya berada disini, Unit Pembangkitan Jawa Bali di Jogjakarta.
Belum setahun saya disini. Lalu apa istimewanya Unit Pembangkitan Jawa Bali?

*to be continued

Monday, December 17, 2012


Pastinya saya sangat tertarik sekali dengan kelanjutan diklat tentang Social Media, dulu, di Udiklat Semarang. Saat ini saya sedang mengikuti satu Workshop bertajuk Menciptakan Duta PLN di Sosial Media.

Akan seperti apa workshop kali ini ya? Beda banget ama yang diikuti dulu. Mungkin karena dulu masih pengenalan kali ya. Sekarang, dari pematerinya saja sudah berbeda. Kalau dulu ada Dimas dan Fajri dari PLN Pusat (seperti sharing pengetahuan), sekarang pemateri datang khusus dari PortalHR.com

Social Media. Lagi tren banget sejak kemunculan facebook di tahun 2008. Social Media sudah tentu bukan hal baru di tahun 2012. Dari anak kecil hingga orang tua, entah kota atau desa semua pasti mengenal Social Media. Mungkin istilah yang mereka kenal bukan Social Media tapi bisa facebook, twitter, youtube, dll.

Sepertinya Social Media ini akan menjadi warisan dari manusia untuk kehidupan. Gimana tidak, fenomenanya sangat luar biasa, Dampak yang ditimbulkannya tak kalah hebat. Mulai dari sarana komunikasi, sarana marketing bahkan ya sampai sarana kriminalitas. Berbagai macam fenomena dan dampak itu bisa kita jumpai di berbagai tempat. Tengok saja sebelah anda saat ini. Perhatikan ada gak yang pegang gadget? Hmm..bisa dipastikan dia pasti punya akun facebook atau twitter!

Ya, Social Media sekarang mendunia. Cetar membahana badai tsunami katarina. Hahaha.

Dan saya, sangat siap untuk mengikuti workshop kali ini. Semangat!!!